Sabtu, 01 Februari 2014

Jiwa nan kepal

Kenapa kamu membedakan sesuatu yang sesungguhnya sama ?
Apa sang pencipta, yang menyuruhmu didalam balutan ayat-ayatnya ?
Siapa yang salah ?
Tuhanmu ? Atau kamu yang terlalu kritis menafsirkan sesuatu dalam sudut pandang yang itu-itu melulu.

Lelaki itu menciumi kalung tanda kepercayaannya
Wanita itu menutup tubuhnya terkecuali wajah dan telapak tangan diiringi dengan sujud dan tahajud
Anak kecil tersebut membakar dupa dengan harum kembang dijemarinya
Dan sang pria tua, berdamai dengan seluruh alam, dengan segala yang hidup, dengan segala yang mengeluarkan energi pana.

Lalu tuan, ada apa dengan gerangan ?
Mengapa tuan begitu angkuh dan arogan, seakan-akan tuan mahluk yang paling tinggi, yang paling suci.
Aku, kamu, dia, kita, mereka. Semua sama
Kamu putih, dia hijau, dan aku abu-abu. Lalu mengapa ?

Dunia hidup dengan jutaan warna didalamnya, tuan.
Sudahkah tuan mengamalkan ajaran utusan Tuhan, seperti yang lelaki itu lakukan.
Sudahkah tuan memadamkan api dijiwa tuan, dengan air yang mengalir, seperti yang wanita itu lakukan
Apakah tuan sudah mendekatkan diri kepada sang Khalik, seperti yang anak kecil dan pria tua itu lakukan, disetiap helai nafasnya ?

Dewadharu, Jakarta 2014